Adhi Pratama Prasetyo Putra, center jagoan Pelita Jaya, mengatakan pensiun dari dunia basket Indonesia. Keputusan dia mengambil sebab luka yang tidak segera pulih.

“Terima kasih ke insan basket Indonesia banyak memberikan dukungan saya, untuk Pelita Jaya, untuk Tim nasional. Keputusan ini berat, saya memikir berbulan-berbulan, tetapi ini telah keputusan yang paling baik,” kata Adhi ke pewarta berkaitan pemunduran dianya, Jumat (9/10/2020).

Adhi mengawali profesinya untuk pebasket profesional semenjak berumur 16 tahun. Waktu itu, dia masuk dengan Muba Hangtuah pada 2009.

Menimba pengetahuan di Hangtuah, Adhi selanjutnya mengembangkan sayap dengan beralih ke Pelita Jaya pada musim 2014. Perlahan-lahan tetapi tentu, ketrampilan Adhi untuk pemain center mulai diakui. Mulai dari berlangganan dipanggil Tim nasional sampai memperoleh penghargaan sebagau Most Valuable Player serta bawa Pelita Jaya juara liga pada 2017.

Semasa itu juga, jatuh bangun dirasa Adhi Pratama. Termasuk juga luka yang hilang muncul semasa perjalanan profesinya. Namun, luka tulang riskan itu juga yang memaksakan ia untuk pensiun lebih dini.

“Saya sempat luka, masalah saya ini jarang-jarang. Sebenarnya masih dapat untuk main basket, tapi bila intensitasnya tinggi akan sulit. Jika operasi , akan perlu waktu sampai tahunan,” sebut Adhi Pratama menerangkan.

Pebasket yang sama bernomor punggung 14 itu sekarang ini tengah cari pilihan kerja di luar olahraga basket

Dia ingin mengimplementasikan pengetahuan perkuliahan di STIE Bhakti Pembangunan dengan membuat usaha. “Kemungkinan kelak akan ada peluang. Bila ada peluang meniti karier di luar basket. Kemungkinan konsentrasi usaha, awalnya pemikirannya bercabang,” katanya.

Pebasket 27 tahun ini lalu kembali kenang beberapa momen semasa meniti karier serta penyesalannya semasa jadi olahragawan basket profesional.

“Sebetulnya peristiwa paling baik itu banyak, masuk Tim nasional di umur 20 tahun. Saya sempat jadi MVP. Tetapi, yang sangat terkesan itu juara (Pelita Jaya). Penantiannya perlu 3 tahun, itu yang sangat pecah. Penyesalannya ya tidak dapat bermain untuk akhir kali, tapi telah jalannya Tuhan perlu bagaimana lagi,” ucapnya.

Pelita Jaya batal bermain Basketball League (IBL) sesudah operator liga serta PP Perbasi putuskan menggagalkan kelanjutan pertandingan musim 2020. IBL terganjal izin keramaian. Ia mengharap, Tim nasional yang akan berlaga di Kwalifikasi FIBA Asia Cup 2020 dapat tampil cemerlang serta capai sasaran tampil di Piala Dunia 2023.

“Semoga Tim nasional dapat sasaran tampil pada 2023, untuk pemain muda harus bertambah masak lagi. Soalnya basket perkembangan cepat, pemain besar saat ini harusnya dapat nembak, dribel. Jamannya telah beralih, latihannya harus bertambah lagi. Jangan buru-buru senang bila ingin jadi yang paling baik,” Adhi Pratama memberi pesan.

(mcy/krs)

Gubernur DKI Jakarta, Anis Baswedan telah membuat ketetapan akan kembali lagi menetapkan Limitasi Sosial Bertaraf Besar (PSBB) mulai Senin, 14 September 2020. Nasib lanjutan pertandingan IBL 2020 yang gagasannya akan diadakan 13-27 Oktober di Mahaka Square Arena, pasti akan terkena dampaknya. Oleh karenanya, liga melakukan pengaturan lagi dengan piahk-pihak berkaitan.

“Kami harus lakukan pengaturan ulang lagi dengan beberapa pihak berkaitan, walau IBL telah masuk step akhir persiapan tehnis dan pra-simulasi di lokasi,” kata Junas Miradiarsyah sebagai Direktur IBL, Jumat, 11 September 2020.

“Kami belum mengetahui sampai kapan PSBB akan dilaksanakan dan bagaimana dengan referensi beberapa instansi berkaitan yang sudah didapat. Dalam beberapa waktu ke depan, kami berusaha memperoleh instruksi atas peluang perkembanganya.”

Persiapan kelanjutan IBL telah Siap

Sampai tengah September ini liga telah melakukan komunikasi dengan lembaga seperti BNPB, Dinas Kesehatan DKI, Unit Gugus Pekerjaan Covid-19 serta yang lain.

“Kami ingin pastikan tidak ada sela dalam penyelenggaraan kelak. Keinginannya dengan lakukan simulasi, pembaruan tetap akan dapat dilaksanakan serta capai kesempurnaan waktu penyelenggaraan kelak,” katanya.

Tetapi, dengan diputuskannya kembali lagi PSBB sekarang ini akan berefek besar pada persiapan sebab berkaitan limitasi kemampuan hotel untuk gagasan sarana karantina, sarana lapangan latihan serta banyak faktor yang lain. Kecemasan tiba dari arena sendiri. Sebab bisa menjadi tempat berkumpulnya banyak orang.

“Sesudah semua info lengkap kami peroleh dari lembaga berkaitan,

kami akan infokan tiap perubahan paling baru pada beberapa club serta termasuk juga kekuatan peluang yang lain yang sangat mungkin. Kami tetap akan berusaha optimal,” tuturnya.

Salah satunya hal yang pasti akan dipengaruhi dengan berfungsinya PSBB ialah jadwal latihan team-team peserta di daerah DKI Jakarta. Mereka yang telah mulai berlatih akan kembali lagi lakukan PSBB. Jelas akan mengganggu persiapan team menuju kelanjutan IBL bulan depan.