Tidak banyak pelatih yang pernah tangani Lionel Messi dalam profesinya. Menurut Messi, ada dua pelatih terhebat dalam profesinya. Siapa sajakah?
Messi telah masuk tahun ke-17 profesi profesionalnya di atas lapangan hijau. Sepanjang itu juga, deretan gelar di tingkat club atau individu telah didapatkannya.

Baru saja ini, Messi barusan singkirkan Pele dari pemilik rekor pemain sepak bola dalam jumlah gol paling banyak di club yang serupa. Messi sekarang ini telah mempunyai lebih dari 600 gol untuk Barcelona saja.

Dengan perolehan ini, karena itu lumrah Messi dikagumi oleh beberapa pencinta sepakbola selaku pemain terhebat selama hidup. Meskipun begitu, baik Messi atau pemain teratas yang lain, tidak akan dapat berkilau tiada kedatangan pelatih hebat.

Baca juga : Chelsea Bukan Calon Juara Liga Inggris

Ya, buat Messi, dua figur pelatih hebat sejauh profesinya ialah Pep Guardiola dan Luis Enrique. Ke-2 pelatih itu dipandang dapat keluarkan kekuatan terhebat Messi, khususnya Guardiola.

Sejauh dilatih Guardiola, Messi punyai 221 gol dan 91 assist dari 219 performa. Itu berarti sepertiga lebih dari keseluruhan gol Messi bersama Barcelona datang di zaman Guardiola.

Sesaat bersama Luis Enrique, Messi membuat trisula maut bersama Neymar dan Luis Suarez untuk selanjutnya merampas treble winners ke-2 dalam profesinya pada 2014/2015.

Bahkan juga bersama Guardiola, Messi tidak hanya raih treble winners dan juga sapu bersih enam gelar selama setahun 2009.

“Pep punyai suatu hal yang istimewa. Ia membuat Anda dapat menyaksikan beberapa hal pada sebuah peluang. Bagaimana ia menyiapkan diri untuk pertandingan, pertahanan, bagaimana menyerbu,” tutur Messi ke La Sexta.

“Ia sudah mengetahui jalannya laga seperti apakah, bagaimana Anda menyerbu untuk menang.. Saya “mujur” sekali dapat dilatih 2 orang terhebat, Guardiola dan Luis Enrique,” ikat Lionel Messi.

 

 

Chelsea kembali lagi memperlihatkan perform yang turun-naik di Liga Inggris. The Blues sampai dipandang bukan calon juara Premier League.
Waktu jalani derby London menantang Arsenal, Chelsea menerima kekalahan 1-3. Dalam laga di Emirates Fase, Minggu (27/12/2020) pagi hari WIB, gawang yang dikawal oleh Edouard Mendy dijebol oleh Alexandre Lacazette, Granit Xhaka, dan Bukayo Saka.

Chelsea hanya dapat membalas sekali ke gawang Arsenal. Tammy Abraham sebagai pembuat gol untuk team London barat.

Untuk Chelsea, kekalahan ini memperjelas performa yang inkonsisten. Dalam lima laga paling akhir, Jorginho cs mencatat 3 kekalahan dan dua kemenangan Yowinjoker.

Chelsea juga sekarang terlontar ke urutan ke-7 klassemen Liga Inggris. Mereka kumpulkan 25 point.

Baca juga : Pochettino Ke arah PSG, Solskjaer Dapat Lebih Tenang di MU?

Bekas pemain belakang Liverpool, Mark Lawrenson, memberikan penilaian jika Chelsea belum lumayan kuat menjadi lawan The Reds dalam pemburuan gelar Liga Inggris.

Simak juga: Arsenal Beri Kekalahan Ke-3 Berturut-turut untuk Chelsea
“Saya tidak seutuhnya diyakinkan oleh Chelsea. Mereka ada pada pergerakan bagus sampai awalnya Desember, tetapi saya tidak memikir jika mereka cukup stabil menjadi kompetitor Liverpool untuk merampas titel juara,” kata Lawrenson di BBC.

“Empat besar itu jadi sasaran sesuai kenyataan untuk team bimbingan Lampard,” katanya menambah.

Chelsea akan menantang Aston Villa di kelanjutan Liga Inggris. Laga di Stamford Bridge itu kickoff diadakan, Selasa (29/12) jam 0.30 WIB. Mola TV yang menyiarkan langsung laga itu,

Baca juga : Geoffrey Kondogbia resmi jadi rekrutan baru Atletico Madrid

 

Mauricio Pochettino marak disebutkan bakal menjadi pelatih baru Paris Saint-Germain. Buat Ole Gunnar Solskjaer, manager Manchester United, ini dapat menjadi berita baik.
Paris Saint-Germain barusan menghentikan Thomas Tuhel. Pemberhentian Tuhel itu beritanya dikerjakan cuman beberapa saat habis PSG raih kemenangan mutlak 4-0 atas Strasbourg di pertandingan paling akhir Les Parisien pada tahun 2020.

Selekasnya sesudah tampil berita Tuhel terkena pecat PSG, beberapa nama calon alternatif langsung tampil dispekulasi. Dua calon paling kuat kabarnya ialah Pochettino dan Massimiliano Allegri.

Baca juga : Geoffrey Kondogbia resmi jadi rekrutan baru Atletico Madrid

Timbulnya ke-2 nama itu diantaranya sebab Pochettino dan Allegri sedang dalam status lowong alias belum kembali lagi latih setelah aksi mereka di Tottenham Hotspur dan Juventus secara berurut

Tetapi, pada prosesnya nama Mauricio Pochettino digadangkan lebih favorite. Apa lagi figur asal Argentina itu punyai riwayat dengan PSG sebab pernah bela club asal Prancis itu. Beritanya, perundingan di antara ke-2 faksi juga berjalan.

Nah, berita jika Mauricio Pochettino ke arah Paris Saint-Germain ini dipercaya mempunyai potensi membuat Solskjaer dapat bekerja semakin tenang di Manchester United.

Bukan apa-apa, secara stabil Pochettino telah teratur dihubungkan dengan Setan Merah selaku calon manager baru di Old Trafford, setiap saat Solskjer ada dalam desakan karena beberapa hasil kurang memberikan kepuasan dalam dua musim paling akhir. Bahkan juga saat perform Setan Merah di bawah instruksi Solskjaer sedang lebih baik, isu berkenaan Pochettino tidak juga surut.

Andaikan Pochettino nanti betul-betul menjadi pelatih Paris Saint-Germain, isu yang menyangkutkannya dengan Man United terang akan berkurang sendirinya. Ole Gunnar Solskjaer juga kemungkinan dapat semakin tenang bekerja. Sekurang-kurangnya itu telah dirasa oleh beberapa supporter Manchester United yang ciutannya diambil Daily Mail.

“Lega dia telah mendapatkan pekerjaan. Sepakbola Eropa perlu figur berkualitas seperti Pochettino. Salah satunya fakta lain saya senang ialah sebab ini menjadi akhir cerita yang menyangkutkannya dengan club kesayanganku.”

Supporter lain mencuit, “Pochettino ke PSG. Hanya dia manager yang akan saya harapkan (di MU). Jadi sekarang saya dapat menyampingkan peluang itu dan tidak akan berangan-angan.”

Baca juga : Man City Vs Olympiacos: Jesus Sudah Bisa Main, Pep?